Jumat, 12 Februari 2016

napza


A.     Pengertian  Zat  Adiktif

Zat adiktif adalah zat-zat kimia yang dapat menimbulkan kecanduan atau ketagihan (adiksi) bagi pemakainya. Contoh zat adiktif adalah narkoba (narkotika dan obat-obat an berbahaya).
Narkotika adalah bahan-bahan yang mempunyai daya kerja pembiusan sehingga dapat mengganggu kesadaran dan dapat mengakibatkan ketergantungan akan bahan tersebut.
Obat-obatan yang dapat mempengaruhi pikiran/otak manusia, dibagi menjadi tiga, yaitu: stimulan (obat perangsang), depresan (obat penenang), halusinogen.

Ø  STIMULAN adalah golongan obat-obatan yang sangat efektif dalam memberikan rangsangan terhadap otak dan system syaraf. Contoh stimulan, yaitu: kokain dan amfetamin (ekstasi). Kokain adalah sejenis obat perangsang  yang lebih kuat daripada amfetamin, obat ini dihasilkan dari daun koka (Erythroxylon coca).
Efek dari pemakaian obat ini adalah: menghambat perasaan lapar, menurunan perasaan letih, menurunkan kebutuhan tidur, memicu kerja jantung, serta meningkatkan tekanan darah. Dalam dunia medis, kokain digunakan untuk anestesi (pembiusan local), khusunya untuk operasi pembedahan hidung, tenggorokan, dan telinga.

Ø  DEPRESAN adalah golongan obat-obatan yang dapat mengakibatkan turun nya tingkat kesadaran. Contoh:  morfin dan barbital.
Morfin diperoleh dari getah tumbuhan Papaver somniferum. Berguna untuk mennghilangkan/mengurangi rasa sakit, memberikan perasaan nyaman/gembira, dan mengurangi perasaan cemas/gelisah. Dalam dunia medis, morfin digunakan untuk meredakan penyakit batuk dan mengatasi rasa sakit pada pembedahan.
Barbital tergolong obat penenang yang digunakan untuk membantu agar cepat tidur, menghalau kecemasan, ketegangan, dan frustasi. Dalam dunia medis, barbital digunakan untuk obat tidur, epilepsy, dan obat penenang pada saat stres.
Ø  HALUSINOGEN adalah golongan obat-obatan yang menyebabkan timbulnya halusinasi (khayalan). Contoh: LDS dan ganja.

B.     Jenis dan Penggolongan Zat Adiktif

·         NARKOBA

Narkoba ada yang berasal dari tanaman/bukan tanaman, baik sintetik maupun semisintetik. Macam-macam narkoba:
      Jenis candu , candu adalah jenis zat dari tanaman papaver somniferum, yang berisi zat kimia aktif. Macamnya yaitu: heroin, kokain, dan morfin.
      Jenis coca, coca adalah jenis tumbuhan yang dipergunakan daunnya untuk dikeringkan, kemudian diolah. Hasilnya berupa serbuk putih yang tidak berbau, yang disebut kokain. Penggunaannya dengan cara dihisap.
      Jenis LSD (Lisesic Acid Diethylamid), jenis obat yang sering disalahgunakan, dapat menyebabkan penyakit epilepsy, gila dan kanker darah.
      Jenis ganja (Cannabis sativa), pada bagian tanaman ganja, yang mengandung zat pembius adalah getahnya (dari bunga/daun muda). Awalnya, ganja dipakai sebagai obat untuk rasa nyeri/sakit, tetapi  ternyata menimbulkan efek membahayakan, sehingga ganja tidak lagi dipergunakan sebagai pengobatan. Pengisapan ganja dapat digunakan dengan cara dicampur dengan rokok dan dimasukkan ke dalam permen.

Ciri-ciri pengguna narkotika, yaitu:
o    Setelah menggunakan narkotika, mata akan terlihat sembab.
o    Kantung mata terlihat bengkak, merah, dan berair.
o    Terlihat sering melamun.
o    Pendengaran mulai berkurang.
o    Sulit berpikir dan kacau dalam berbicara.
o    Perasaan gembira dan selalu tertawa, tetapi dapat juga cepat marah dan kurang bergairah.

Gangguan yang diakibatkan karena kecanduan narkotika:
1.       gangguan fisik
*       Berat badan turun drastic akibat nafsu makan yang tidak menentu.
*       Mata terlihat cekung, merah, dan sering berair.
*       Muka pucat, bibir kehitaman, sering berkeringat, dan sendi-sendi terasa ngilu.
*       Tangan penuh dengan bintik merah dan ada tanda bekas luka sayatan.
*       Buang air besar dan kecil tidak lancar, perut sering terasa sakit tanpa alasan yang jelas, dan kepala terasa nyeri.

2.       Gangguan emosi
*       Sangat sensitive, cepat bosan, mudah curiga.
*       Bila dimarahi/ditegur akan membangkang.
*       Berbicara kasar dantidak ragu untuk memukul orang sekitar
3.       Gangguan perilaku
*       Menunjukan sikap tidak peduli dan acuh pada keluarga.
*       Bersikap malas dan tidak bertanggung jawab atas tugas-tugas nya.
*       Sering berbohong dan ingkar janji dengan berbagai alasan.


·         Alcohol (minuman keras)

Alcohol murni berupa zat cair, tidak berwarna, dan baunya segar. Bahan ini dapat dihasilkan dari peragian dan ekstrasi buah anggur, apel, kismis, dan sebagainya.
Alcohol disebut juga spiritus. Dalam jumlah kecil, alcohol dapat merangsang semangat dan member rasa segar, tetapi jika dalam jumlah besar dapat memperlambat reaksi tubuh.
Minuman keras ini sdikelompokan menjadi tiga jenis, yaitu:
-          Minuman keras golongan A , kadar etanol antara 1-5 % , contoh: bir
-          Minuman keras golongan B , kadar etanol antara 5-20% , contoh: anggur dan wiski
-          Minuman keras golongan C , kadar etanol antara 20-55% , contoh: arak dan wine

·         Psikotropika

Psikotropika yang berpotensi sebagai penyebab sindroma ketergantungan digolongkan menjadi 4, yaitu:
-          Psikotropika golongan I , jenis ini mempunyai potensi yang sangat kuat dalam menyebabkan ketergantungan pada tingkat I (paling kuat) dan dinyatakan sebagai bahan terlarang, misalnya ekstasi.
-          Psikotropika golongan II , jenis ini mempunyai potensi yang kuat dalam menyebabkan sindrom ketergantungan pada tingkat II, misalnya fleksiklidine(PCP).
-          Psikotropika golongan III , jenis ini mempunyai potensi yang kuat dalam menyebabkan sindrom ketergantungan pada tingkat III, misalnya flunitra-zepam, rohipnol, dan megadon.
-          Psikotropika golongan IV , jenis ini mempunyai potensi yang kuat dalam meyebabkan sindrom ketergantungan pada tingkat IV, misalnya Alprazoma (xanax), Bromazepam (lexotan), diazepam (valium), estazolam (esilgan), danfrisium.

C.Zat Adiktif Lain

Zat atau obat-obatan yang dapat menimbulkan sindrom ketergantungan, selain empat jenis di atas adalah:
a.        Inhalan
inhalan adalah zat yang bahan-nahan nya terdiri atas larutan-larutan yang mudah menguap (lem, aerosol, pengharum ruangan) dan gas nitrous oksida/gas tertawa, butana, propane, helium, anestesi/pembius.
Zat inhalan mempunyai bau yang menyengat tajam dan uapnya dapat masuk ke paru-paru, kemudian menjalar kejaringan saraf(otak).
b.       Nikotin (rokok)
rokok dibuat dari daun tembakau yang dikeringkan. Dalam tembakau, terdapat racun alcohol yang bernama nikotin (2%-6%)
nikotin berupa minyak yang rasanya pahit dan jika dalam udara warnanya cokelat. Kecanduan nikotin akan merangsang syaraf pusat dan syaraf tepi untuk memacu kerja kelenjar sehingga menguncupkan usus kelenjar darah.
Beberapa penyakit yang ditimbulkan akibat merokok adalah: bronchitis, empisema, infeksi tengggorokan, noda nikotin pada gigi.
Orang yang merokok disebut perokok aktif dan orang yang tidak merokok, tetapi secara tidk langsung menghirup asap rokok orang lain disebut perokok pasif.
c.        Kafein  (kopi dan teh)
kopi dan teh mengandung zat kimia yang tergolong stimulan, yaitu kafein.
Kafein berkhasiat untuk menstimulasi susunan syaraf pusat dengan efek menghilangkan rasa lapar, letih, dan mengantuk. Kafein dapat meningkatkan daya konsentrasi dan suasana jiwa.
Penggunaan yang berlebihan (lebih dari 20 gelas per hari) dapat mengakibatkan ketagihan.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar