Jumat, 12 Februari 2016

Dahsyatnya Persatuan Dalam Ibadah Haji



1.    Pengertian Haji
Secara bahasa, kata haji berasal dari bahasa arab yang artinya menuju. Menurut istilah, haji adalah menuju ke Baitullah untuk melakukan beberapa amalan, antara lain wukuf, tawaf, dan amalan-amalan lainnya pada masa tertentu, demi memenuhi panggilan Allah SWT. dan mengharapkan ridha-Nya.

2.   Dalil Naqli Tentang Perintah Haji


3.   Syarat-Syarat Haji
a.               Islam
Haji tidak wajib atas orang yang bukan muslim.
b.               Baligh
Anak kecil belum memiliki kewajiban untuk melaksanakan ibadah haji. Apabila ada anak kecil menunaikan ibadah haji, maka hajinya tetap sah. Namun hal ini tidak menggugurkan kewajibannya.
c.                Berakal sehat
Orang yang akalnya tidak waras (gila) tidak wajib melaksanakan ibadah haji. Apabila orang gila menunaikan ibadah haji maka hajinya tidak sah.
d.               Merdeka
Merdeka di sini yaitu merdeka hidupnya (bukan merdeka karena tidak dijajah) tidak menjadi budak.
e.               Mampu
Adanya kesanggupan baik fisik, materi, dan pikiran.
f.                 Perjalanan aman
Seperti perjalanan menuju ke Mekkah tidak melewati Negara yang sedang perang.
g.               Wanita disertai dengan muhrim

4.   Rukun-Rukun Haji
a.               Ihram disertai dengan niat
Berniat mengerjakan ibadah haji. Niat dilakukan dengan ikhlas di dalam hati.
b.               Wukuf
Hadir di padang Arafah pada waktu yang telah ditentukan yaitu mulai dari tergelincirnya matahari waktu zuhur tanggal 9 Zulhijjah sampai terbit fajar tanggal 10 Zulhijjah.
c.                Tawaf
Yaitu mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali dimulai dari sudut hajar aswad dan berakhir di sudut hajar aswad pula dan Ka’bah selalu di sebelah kiri.
d.               Sa’i
Yaitu berlari-larian kecil dari bukit Safa ke bukit Marwah.
e.               Tahalul
Yaitu mencukur sekurang-kurangnya tiga helai rambut.
f.                 Tertib
Yaitu mendahulukan yang dahulu di antara rukun-rukun itu.

5.   Wajib-Wajib Haji
a.               Niat ihram dari miqat
b.               Mabit atau bermalam di Muzdalifah
c.                Melempar jumrah ula, wusta, dan aqabah
d.               Mabit atau bermalam di Mina
e.               Tawaf Wada’ atau tawaf pamitan

6.   Sunah-Sunah Haji
a.               Ifrad
Yaitu ihram untuk haji dahulu baru umrah
b.               Membaca tabiyah selama ihram sampai melontar jumrah aqabah pada hari raya Idul Adha.
c.                Berdoa sesudah membaca talbiyah
d.               Membaca zikir sewaktu tawaf
e.               Salat dua rakaat sesudah tawaf
f.                 Masuk ke Ka’bah

7.    Larangan Ketika Melaksanakan Haji
a.               Bagi laki-laki
1)             Memakai pakaian yang berjahit, baik jahitan biasa, sulaman, dan atau diikatkan kedua ujungnya.
2)             Menutup kepala, kecuali sesuatu hal maka dibolehkan akan tetap harus membayar dam.
b.               Bagi perempuan
Menutup muka dan kedua telapak tangan, apabila keadaan mendesak ia boleh menutupnya akan tetapi harus membayar fidyah.
c.                Larangan bagi laki-laki dan perempuan
1)             memakai wangi-wangian baik dipakai pada badan atau pada pakaian.
2)             Menghilangkan rambut atau bulu badan yang lain termasuk memakai minyak rambut.
3)             Memotong kuku.
4)             Mengakadkan nikah baik menikahkan, menikah atau menjadi wali nikah.
5)             Bersetubuh bagi suami istri.
6)             Berburu dan membunuh binatang darat yang liar dan halal dimakan.

8.   Hikmah Pelaksanaan Ibadah Haji
a.               Manfaat bagi individu yang menunaikan ibadah haji
1)             Menghapus semua dosa kecil dan mensucikan diri dari perbuatan maksiat.
2)             Diampuni segala dosa karena Allah SWT Maha Pengampun, Maha Pemurah dan Maha Penyayang kecuali yang berkaitan dengan hak-hak sesama manusia harus diselesaikan terlebih dahulu.
3)             Menyucikan jiwa seseorang dan berbaik sangka kepada Allah SWT.
4)             Meningkatkan keimanan seseorang dengan menepati janji kepada Allah SWT dengan kerinduan akan Baitullah.
5)             Mengingatkan akan jihad Rasulullah SAW yang telah menyinari dunia dengan amal saleh.
6)             Melatih sifat sabar dan disiplin serta mendorong untuk berkurban lebih mengutamakan orang lain atas dirinya sendiri.
7)             Mensyukuri nikmat yang telah diberikannya yaitu nikmat sehat dan nikmat harta yang telah diterimanya.
b.               Manfaat bagi umat islam pada umumnya
1)             Menciptakan rasa persatuan umat islam di dunia.
2)             Mempererat tali persaudaraan bagi umat islam di seluruh dunia.
3)             Media untuk berdakwah menyebarkan ajaran islam ke seluruh dunia.
4)             Lebih mengutamakan kepentingan agama daripada kepentingan pribadi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar